| Add caption |
1. Perjelas Motivasi dan Target
Hal yang pertama dan utama yang dilakukan oleh seseorang yang ingin kuliah di Perguruan Tinggi adalah memperjelas motivasi dan target yang ingin diraihnya. Sebagai mahasiswa seharusnya yang menjadi “niat” (motivasi intrinsic) untuk kuliah bukan “mencari kekuasaan”, supaya dikatakan hebat, punya status sosial berpendidikan tinggi, atau bukan hanya sekedar mencari teman, mencari pacar, atau calon suami / isteri ; tetapi “motif berprestasi”. Anda harus punya tekad :
“AKU KULIAH UNTUK MENCARI ILMU, MENCARI SKILLNESS” sebab aku sadar “ILMU ITU MENJAGA” (Al- Ilmu Harisuu), “ILMU ITU MERUPAKAN KEKUATAN” (knowledge is power).
2. Memenej Waktu
Gunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin. Saudara perlu membuat “time schedule” mingguan.
3. Membuat Catatan
Membuat catatan dapat diatasi dengan membuat skema-skema pendek dan hanya membubuhkan kata-kata kunci (the key word). Catatan perkuliahan diperbaiki secepat mungkin sebelum memasuki topik baru.
4. Diskusi Kelas
Dari forum diskusi akan terjadi “konvergensi” (pertemuan) ide antara mahasiswa dengan dosen dan sekaligus melatih konsep “fikiran” yang sistematis, objektif, dan analisis. Seorang ahli bernama Robinson memberikan tips yaitu :
Jangan takut membuat kesalahan, “coba saja” (Jarrib faqod).
Antisipasilah diskusi dengan mempersiapkan diri
Memberikan ide disaat dosen atau moderator bertanya.
Jadilah sebagai pembicara pertama.
Usahakanlah bertanya.
5. Ujian
Tidak perlu takut untuk menghadapi ujian. Ujian hanya merupakan “alat uji” untuk melihat tingkat prestasi saudara selama proses belajar mengajar. Amati soal ujian sebelum mengerjakan tes, dan jangan lupa berdo’a.
6. Penutup
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat menjadi penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta (mendampingi) orang-orang yang sabar. (QS.2 : 153)”
“…..Kami tinggikan derajat orang yang kami kehendaki, dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui (QS.12 : 76)”
“Wahai manusia, hendaklah kalian peduli kepada ilmu, karena sesungguhnya Allah mempunyai pakaian yang disukai-Nya. Barang siapa mencari salah satu bab ilmu, Allah menutupinya dengan pakaian-Nya. Jika ia mengerjakan dosa, Allah menegurnya agar dia tidak mencabut pakaian-Nya darinya hingga ia meninggal dunia tetap mengenakan pakaian tersebut. (Umar bin Khattab r.a.) “
“Dan sedikit sekali dari hamba–hamba – Ku yang bersyukur (QS. Saba’ : 13 ) “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar